Bandar Lampung – Panglima Laskar Merah Putih Perjuangan Provinsi Lampung, Maruli M. Noer, menyatakan sikap tegas menolak penggunaan nama RMD oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu. Menurutnya, singkatan RMD yang dikenal luas sebagai identitas Gubernur Lampung merupakan milik seluruh masyarakat Lampung dan tidak sepatutnya digunakan untuk kepentingan kelompok atau organisasi tertentu.
Dalam pernyataannya, Maruli M. Noer menegaskan bahwa sosok Gubernur Lampung merupakan pemimpin bagi seluruh rakyat Lampung tanpa membedakan latar belakang organisasi, golongan, maupun kelompok masyarakat.
"Kami menolak apabila ada organisasi kemasyarakatan yang membawa atau menggunakan nama RMD untuk kepentingan kelompok tertentu. RMD adalah Gubernur Lampung yang menjadi milik seluruh masyarakat Provinsi Lampung, bukan milik satu organisasi atau golongan tertentu," tegas Maruli.
Ia menilai penggunaan nama yang identik dengan kepala daerah oleh suatu kelompok berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, seolah-olah organisasi tersebut memiliki hubungan khusus atau representasi resmi dari pemerintah daerah.
Menurut Maruli, seluruh elemen masyarakat harus menjaga kondusivitas daerah serta menghormati posisi Gubernur Lampung sebagai pemimpin yang mengayomi seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan untuk tetap menjunjung etika dan tidak memanfaatkan nama maupun simbol yang dapat menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.
Laskar Merah Putih Perjuangan Provinsi Lampung, lanjutnya, mendukung terciptanya persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat serta mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung program pembangunan daerah tanpa membawa-bawa nama pemimpin daerah untuk kepentingan organisasi tertentu.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap terjaganya netralitas dan marwah kepemimpinan daerah, sekaligus untuk menghindari potensi perpecahan atau polemik yang dapat mengganggu keharmonisan masyarakat Lampung.
"Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat menghormati posisi Gubernur Lampung sebagai pemimpin seluruh rakyat Lampung. Mari kita bersama-sama menjaga persatuan, menghormati keberagaman organisasi yang ada, dan fokus mendukung kemajuan Provinsi Lampung," tutup Maruli M. Noer.