Bandar Lampung, 15 Maret 2026 – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Kantor Pandawa Lampung di Jalan Untung Suropati, Minggu (15/3/2026). Ratusan anggota berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama yang tidak hanya menjadi momen berbagi hidangan, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi, melestarikan budaya, serta berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan yang berlangsung dalam nuansa kebersamaan ini dihadiri oleh para pengurus dan anggota Pandawa Lampung. Selain menjadi momentum mempererat hubungan antaranggota, acara tersebut juga diisi dengan pengenalan Seni Bela Diri Silat Tjimande Sinar Pusaka yang berada di bawah naungan Pandawa Lampung.
Ketua DPP Pandawa Lampung, M. Hatta, ST, yang akrab disapa Bung Hatta, menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama merupakan agenda penting organisasi untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan di antara para anggota.
“Silaturahmi seperti ini menjadi prioritas kami. Selain itu, kami juga memperkenalkan seni bela diri Silat Tjimande Sinar Pusaka sebagai bagian dari warisan budaya asli Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar Bung Hatta di hadapan para anggota.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan berbagai rangkaian kegiatan menarik, mulai dari sesi tanya jawab, permainan (games) berhadiah snack, hingga pembagian doorprize berupa uang tunai yang disambut antusias oleh para peserta. Gelak tawa dan semangat kebersamaan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan hingga waktu berbuka puasa tiba.
Tidak hanya fokus pada kebersamaan internal, Pandawa Lampung juga menunjukkan kepedulian sosialnya kepada masyarakat. Bersama Srikandi Pandawa Lampung, organisasi ini menyalurkan sekitar 150 paket bingkisan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa.
Aksi sosial tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan di bulan suci Ramadhan, sekaligus wujud nyata kepedulian organisasi terhadap sesama.
“Kegiatan positif seperti ini rutin kami laksanakan. Silaturahmi adalah kunci kebersamaan, dan berbagi kepada sesama akan terus menjadi komitmen kami ke depan,” pungkas Bung Hatta.
Momentum Ramadhan ini pun menjadi pengingat bahwa kebersamaan, kepedulian sosial, dan pelestarian budaya dapat berjalan seiring dalam memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.